Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Bintan Libatkan Pelajar, Mahasiswa, dan Disabilitas sebagai Pengawas Partisipatif

Bawaslu Bintan menyosialisasikan program Pengawas Partisipatif kepada pihak SMA Negeri 1 Toapaya, Kamis (23/4/2026)/Foto: Pemberitaan Bawaslu Bintan

Bawaslu Bintan menyosialisasikan program Pengawas Partisipatif kepada pihak SMA Negeri 1 Toapaya, Kamis (23/4/2026)/Foto: Pemberitaan Bawaslu Bintan

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bintan melibatkan pelajar, mahasiswa, hingga kelompok disabilitas sebagai pengawas partisipatif melalui program P2P. Rekrutmen ini dilakukan lewat sosialisasi yang digelar pada Kamis (23/4/2026).

Sosialisasi digelar dengan mendatangi sejumlah sekolah, di antaranya SMA Negeri 1 Toapaya, MAN Bintan Timur, SMA Negeri 1 Bintan Timur, dan SMK Negeri 1 Bintan Timur. Selain menyasar siswa, Bawaslu juga berkoordinasi dengan pihak sekolah guna memastikan dukungan terhadap program tersebut.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Toapaya, Martelia Puspa, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menyebut pihaknya siap berpartisipasi dengan mengirimkan tiga perwakilan.

“Kami akan mengirimkan satu guru pendamping, satu siswa, dan satu siswi untuk mengikuti kegiatan P2P Bintan,” ujarnya.

Dalam kegiatan ini, hadir Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas Bawaslu Kabupaten Bintan, Iskandar. Ia didampingi Kasubag Penanganan Pelanggaran, Penyelesaian Sengketa, dan Hukum, Wahyu Nur Laili, serta staf Mardiansyah Saputra, dan Diah Permatasari.

Iskandar menyebut P2P merupakan pengembangan dari Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) yang telah berjalan sejak 2019 dan bertransformasi pada 2023.

Di sisi lain, program ini juga melibatkan mahasiswa serta kelompok disabilitas. Peserta nantinya akan terlibat langsung dalam pengawasan di lingkungan masing-masing setelah mendapatkan pemahaman kepemiluan.

“Program ini tidak hanya soal pengawasan pemilu, tetapi juga menumbuhkan kesadaran demokrasi. Kami berharap peserta menjadi agen pengawasan yang kritis dan berintegritas,” kata Iskandar.

Adapun rekrutmen dilakukan dengan mendatangi langsung sekolah serta menjaring peserta dari kalangan mahasiswa STAIN, STISIPOL, dan kelompok disabilitas.

Sebanyak 20 peserta terlibat dalam kegiatan ini, terdiri dari 2 mahasiswa STISIPOL, 4 mahasiswa STAIN, 2 perwakilan disabilitas, serta masing-masing 3 orang dari SMA Negeri 1 Toapaya, SMA Negeri 1 Bintan Timur, SMK Negeri 1 Bintan Timur, dan MAN Bintan Timur.

Pendaftaran kader P2P dibuka hingga 29 April 2026. Peserta terpilih selanjutnya akan mengikuti pembekalan dan pelatihan sebagai bagian dari penguatan pengawasan partisipatif menjelang tahapan pemilu.

zz

 

zz

Editor : Mayasari

Foto : Budiono