Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Bintan Gandeng SLBN, Perkuat Akses Pemilih Disabilitas

Bawaslu Kabupaten Bintan saat berkunjung ke SLBN Bintan untuk membahas penguatan akses pemilih disabilitas, Kamis (11/6/2026)/Foto: Pemberitaan Bawaslu Bintan

Bawaslu Kabupaten Bintan saat berkunjung ke SLBN Bintan untuk membahas penguatan akses pemilih disabilitas, Kamis (11/6/2026)/Foto: Pemberitaan Bawaslu Bintan

Bintan - Akses pemilih disabilitas masih menjadi pekerjaan rumah dalam pelaksanaan pemilu. Di Kabupaten Bintan, Bawaslu mulai memperkuat upaya tersebut dengan menggandeng Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Bintan, menyasar siswa sebagai pemilih pemula.

Langkah ini ditandai dengan kunjungan jajaran Bawaslu Bintan ke SLBN Bintan, Kamis (11/6/2026). Dari pertemuan itu, Bawaslu mulai merancang cara sosialisasi kepemiluan yang lebih mudah dipahami, menyesuaikan dengan kebutuhan siswa berkebutuhan khusus.

Bintan - Ketua Bawaslu Bintan, Sabrima Putra, menegaskan bahwa hak pilih merupakan hak konstitusional yang tidak boleh terabaikan, termasuk bagi penyandang disabilitas.

“Kami ingin memastikan siswa di SLBN yang sudah memenuhi syarat tetap dapat menggunakan hak pilihnya. Karena itu, pendekatan sosialisasi harus disesuaikan agar lebih ramah dan benar-benar mudah dipahami,” kata Sabrima.

Di sisi lain, ia mengakui pendekatan sosialisasi selama ini masih bersifat umum dan belum sepenuhnya menjangkau kebutuhan kelompok disabilitas. Perbedaan cara belajar dan berkomunikasi menjadi tantangan tersendiri dalam penyampaian materi kepemiluan.

“Ke depan, kami akan menyesuaikan metode agar lebih spesifik. Harapannya, informasi yang disampaikan tidak hanya diterima, tetapi juga dipahami dengan baik,” ujarnya.

Kepala SLBN Bintan, Yunita Maiza, menyambut baik langkah tersebut. Ia menilai kolaborasi ini menjadi kesempatan bagi siswa untuk mulai mengenal hak demokratisnya dengan pendekatan yang sesuai.

“Kami mengapresiasi inisiatif Bawaslu. Ini penting agar siswa memahami hak pilihnya sejak dini, dengan cara yang sesuai dengan kebutuhan mereka,” ujar Yunita.

Selain itu, ia menekankan pentingnya metode yang lebih visual, interaktif, serta pendampingan langsung agar siswa lebih mudah menangkap materi. Peran guru dan orang tua, menurutnya, juga tidak bisa dilepaskan dalam proses tersebut.

Pertemuan itu juga dimanfaatkan untuk memetakan pola sosialisasi yang akan diterapkan, mulai dari penggunaan media visual hingga pendampingan secara individual. Pendekatan ini diharapkan bisa menjawab hambatan komunikasi yang selama ini dihadapi di lapangan.

Ke depan, Bawaslu Bintan akan menindaklanjuti melalui sosialisasi tatap muka. Langkah ini diharapkan membuka akses yang lebih luas bagi siswa disabilitas di Bintan, agar tidak tertinggal dalam menggunakan hak pilihnya.

 

aa

 

ff

Editor : Mayasari

Foto : Budiono