Lompat ke isi utama

Berita

Bawalu Bintan Merajut Sinergi dengan Mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam dalam Mengawal Integritas Bangsa melalui Konsolidasi Demokrasi

Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Parmas, dan Humas, Iskandar saat melakukan Konsolidasi Demokrasi bersama Mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) STAIN Sultan Abdurrahman di Sekretariat Bawaslu Bintan, Senin (12/5/2026)/Foto:Pemberitaan Bawaslu Bintan

Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Parmas, dan Humas, Iskandar saat melakukan Konsolidasi Demokrasi bersama Mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) STAIN Sultan Abdurrahman di Sekretariat Bawaslu Bintan, Senin (12/5/2026)/Foto:Pemberitaan Bawaslu Bintan

Bintan – Dalam upaya memperkuat pengawasan partisipatif dan menjaga integritas demokrasi, Bawaslu Bintan melaksanakan kegiatan Konsolidasi Demokrasi bersama mahasiswa Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau pada Selasa (12/5/2026) di Sekretariat Bawaslu Kabupaten Bintan.

Kegiatan yang dipandu oleh Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (HP2H) Bawaslu Kabupaten Bintan, Iskandar, ini diikuti oleh Jamaludin sebagai mahasiswa Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam. Kegiatan tersebut menjadi ruang diskusi dan penguatan sinergi antara penyelenggara pengawasan pemilu dengan kalangan akademisi dalam mendukung penguatan demokrasi di Kabupaten Bintan.

Dalam pemaparannya, Iskandar menyampaikan bahwa pengawasan pemilu tidak dapat hanya mengandalkan peran lembaga formal semata. Keterlibatan masyarakat, khususnya mahasiswa, menjadi salah satu elemen penting dalam menciptakan pengawasan yang efektif dan berkelanjutan.

Mahasiswa KPI dinilai memiliki peran strategis karena memiliki kemampuan komunikasi yang dipadukan dengan pemahaman nilai-nilai keislaman. Dengan kapasitas tersebut, mahasiswa diharapkan dapat menjadi agen edukasi politik yang mampu menyampaikan pesan-pesan kepemiluan secara objektif, menyejukkan, dan mudah diterima oleh masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Bawaslu Kabupaten Bintan juga menekankan pentingnya pengawasan partisipatif sebagai bentuk keterlibatan aktif masyarakat dalam mengawal setiap tahapan pemilu dan pemilihan. Mahasiswa didorong untuk turut menjadi garda terdepan dalam mendeteksi potensi pelanggaran pemilu, seperti praktik politik uang, penyebaran informasi menyesatkan, maupun berbagai bentuk pelanggaran lainnya yang dapat mengganggu kualitas demokrasi.

Diskusi juga menyoroti tantangan perkembangan informasi di era digital. Sebagai generasi yang dekat dengan media sosial dan produksi konten digital, mahasiswa KPI diberikan pemahaman mengenai pentingnya etika komunikasi politik di ruang siber. Bawaslu mengajak mahasiswa untuk mengedepankan informasi yang berbasis data dan fakta serta menghindari penyebaran narasi provokatif yang berpotensi menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat.

Selain itu, nilai-nilai Komunikasi Penyiaran Islam turut menjadi bagian penting dalam pembahasan. Prinsip tabayyun atau verifikasi informasi ditekankan sebagai landasan dalam menerima maupun menyebarluaskan informasi politik. Melalui pemahaman tersebut, mahasiswa diharapkan mampu berkontribusi dalam menciptakan ruang publik yang sehat dan bebas dari fitnah, hoaks, maupun kampanye hitam.

Kegiatan konsolidasi ini juga menghasilkan komitmen bersama untuk terus memperkuat kolaborasi antara Bawaslu Kabupaten Bintan dan kalangan mahasiswa dalam berbagai program pengawasan partisipatif. Dukungan generasi muda dinilai sangat penting untuk memperluas jangkauan pendidikan pengawasan pemilu, terutama di wilayah Kabupaten Bintan yang memiliki karakteristik geografis kepulauan.

Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Bintan berharap sinergi antara lembaga pengawas pemilu dan mahasiswa dapat terus terjalin guna mewujudkan demokrasi yang berkualitas, transparan, dan berintegritas. Semangat kolaborasi tersebut sejalan dengan slogan Bawaslu, “Bersama Rakyat Awasi Pemilu, Bersama Bawaslu Tegakkan Keadilan Pemilu”, sebagai upaya menjaga kemurnian suara rakyat dan memperkuat demokrasi di Kabupaten Bintan.

 

Editor : Siti Rohayati

Foto : Budiono