Bawaslu Bintan Paparkan Validasi 131.750 Pemilih dalam Rakor P2H se-Kepri
|
BINTAN - Bawaslu Kabupaten Bintan memastikan pengawasan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan I Tahun 2026 terus dikawal. Berdasarkan rekapitulasi, jumlah pemilih di wilayah Bintan kini mencapai 131.750 jiwa.
Angka yang tersebar di 10 kecamatan dan 51 desa atau kelurahan tersebut bertambah sebanyak 1.181 orang dibandingkan semester akhir tahun lalu.
Data tersebut dipaparkan Anggota Bawaslu Kabupaten Bintan Kordiv HPPH, Iskandar, saat mengikuti Rapat Koordinasi Divisi P2H se-Provinsi Kepri secara daring, Kamis (9/4/2026).
Iskandar menjelaskan, sebelum KPU Bintan menggelar pleno pada 2 April lalu, pihaknya telah melakukan mitigasi ketat.
"Pada 26 Maret kami melayangkan surat saran perbaikan ke KPU dan langsung ditindaklanjuti pada 31 Maret. Di hari yang sama, kami juga mengeluarkan imbauan resmi agar pleno berjalan sesuai prosedur," urai Iskandar.
Meski administrasi rampung, Iskandar menegaskan kualitas daftar pemilih tetap membutuhkan campur tangan masyarakat.
"Masyarakat jangan pasif. Kalau ada warga pindah domisili, pemilih pemula, atau keluarga yang meninggal dunia, segera lapor ke Bawaslu atau KPU. Kualitas data pemilih ini bergantung pada partisipasi kita bersama," tegasnya.
Sementara itu, Anggota Bawaslu Provinsi Kepri, Maryamah, menyoroti agenda strategis pengawasan partisipatif. Ia menginstruksikan seluruh daerah segera menyiapkan Program Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026.
Program luring yang menyasar 514 kabupaten dan kota ini mewajibkan tiap daerah menjaring 40 peserta, terdiri dari 30 unsur masyarakat dan 10 unsur Bawaslu.
"Rekan-rekan di daerah harus segera menyusun usulan jadwal dan nama calon peserta paling lambat 30 April ini," instruksi Maryamah.
Lewat koordinasi lintas daerah ini, jajaran pengawas pemilu se-Kepri diharapkan makin solid memastikan keakuratan data pemilih dan memperluas ruang partisipasi publik.
Editor : Mayasari
Foto : Budiono