Bawaslu Bintan Manfaatkan Layanan Skrining Kesehatan Gratis dari Puskesmas Toapaya
|
BINTAN — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bintan memanfaatkan layanan skrining kesehatan gratis dari UPTD Puskesmas Toapaya untuk seluruh pegawai, Rabu (29/7/2026). Kegiatan di ruang rapat kantor Bawaslu Bintan ini untuk mendeteksi dini penyakit sekaligus menjaga kebugaran aparatur agar kinerja pengawasan tetap optimal.
Pemeriksaan menyasar pegawai usia dewasa 18 hingga 59 tahun. Tim medis melakukan serangkaian skrining, mulai dari pemeriksaan fisik seperti tinggi dan berat badan, tekanan darah, hingga lingkar perut, dan uji laboratorium yang meliputi kadar gula darah, kolesterol, dan asam urat. Petugas juga melakukan penapisan tuberkulosis, HIV, dan pemeriksaan kesehatan mata, gigi, dan telinga melalui wawancara terarah.
Penanggung jawab Program Penyakit Tidak Menular Puskesmas Toapaya, Amalia E. P., menjelaskan bahwa seluruh biaya pemeriksaan ditanggung pemerintah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Program yang mulai berjalan sejak 2025 itu, kata dia, menyasar deteksi dini penyakit tidak menular.
"Prinsipnya, lebih baik mencegah sebelum penyakit berkembang jadi berat. Karena itu, semua pemeriksaan ini gratis, ditanggung negara," kata Amalia di sela kegiatan.
Pelaksana Tugas Kepala Sekretariat Bawaslu Kabupaten Bintan, Wahyu Nur Laili, mengapresiasi langkah Puskesmas Toapaya yang bersedia mendatangi langsung kantor Bawaslu untuk memberikan layanan tersebut.
"Kami berterima kasih atas kerja sama ini. Kesehatan pegawai adalah aset penting bagi kinerja pengawasan pemilu, sehingga layanan seperti ini kami perlukan," ujar Wahyu.
Untuk kepentingan administrasi dan pelaporan, peserta diminta membawa Nomor Induk Kependudukan. Ketentuan ini merujuk pada pemberitahuan resmi yang diterbitkan Kepala UPTD Puskesmas Toapaya, Anang Wahyudi, S.Kep.
Puskesmas Toapaya sebelumnya juga melaksanakan layanan serupa di sejumlah instansi di Kecamatan Toapaya. Selain Bawaslu Bintan, mereka sudah menyasar KPU Bintan, Kantor Pertanahan, Kemenag, dan STAIN Sultan Abdurrahman. Layanan jemput bola ini akan terus diperluas ke perkantoran lain yang belum terjangkau.
Editor : Mayasari
Foto : Budiono