Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Bintan Matangkan Publikasi Kepulauan lewat Humas Upgrade Series #2

Sejumlah staf kehumasan Bawaslu provinsi dan kabupaten/kota mengikuti Humas Upgrade Series #2 secara daring, Rabu (14/10/2026)/Foto:Pemberitaan Bawaslu Bintan

Sejumlah staf kehumasan Bawaslu provinsi dan kabupaten/kota mengikuti Humas Upgrade Series #2 secara daring, Rabu (14/10/2026)/Foto:Pemberitaan Bawaslu Bintan

Bintan – Bawaslu Bintan mengikuti pelatihan publikasi Humas Upgrade Series #2 yang digelar Bawaslu RI secara daring. Kegiatan bertema “Desain Kreatif, Informasi Efektif” itu berlangsung Rabu (14/10/2026) dan diikuti staf kehumasan Bawaslu provinsi serta kabupaten/kota se-Indonesia.

Pelatihan ini menjadi bekal bagi daerah kepulauan seperti Bintan. Kabupaten Bintan tercatat memiliki 263 pulau, dengan hanya 39 di antaranya berpenghuni. Hambatan jarak dan keterbatasan sinyal membuat informasi kepemiluan kerap sulit sampai ke warga pesisir dan pulau terluar. Desain visual dan infografis dinilai lebih efektif menjangkau warga yang akses internetnya terbatas dibandingkan teks panjang.

Tantangan itu bukan tanpa alasan. Pada Pilkada 2024, Bintan memiliki 126.709 pemilih terdaftar yang tersebar di 270 TPS. Sementara itu, Indeks Kerawanan Pemilu Bintan berada pada kategori sedang dengan skor 38,19, dengan politik uang dan hoaks menjadi pemicu utama. Sepanjang Pemilu 2024, Kementerian Komunikasi dan Informatika mencatat 381 konten hoaks beredar secara nasional, sebagian menyasar daerah seperti Bintan.

Tenaga Ahli Bawaslu RI Afriyanti Marwah saat membuka acara menekankan informasi publik harus dikemas kreatif, inovatif, dan advokatif. “Dengan pengemasan yang tepat, cita-cita Bawaslu sebagai lembaga terpercaya dapat terwujud,” ujarnya.

Kegiatan ini menindaklanjuti evaluasi kebijakan publikasi Bawaslu pada masa nontahapan pemilu di Surabaya, 25–27 Agustus 2026. Evaluasi merekomendasikan penguatan peliputan, pengelolaan pemberitaan, media sosial, dan publikasi, terutama di daerah dengan keterbatasan akses informasi.

Biro Hukum dan Humas Bawaslu RI M Regi Renovan memaparkan siklus pengelolaan media sosial, mulai dari perencanaan konten, penyiapan data akurat, produksi, otorisasi pimpinan, hingga evaluasi insight. Ia menekankan klarifikasi hoaks dan literasi demokrasi sebagai bagian penting dari konten Bawaslu. “Setiap pilar konten punya karakter berbeda, dan itu harus dipahami pengelola akun,” jelasnya.

Di sisi lain, Canva Verified Expert Syammas P. Syarbini membahas pemanfaatan Canva untuk visualisasi data. Ia memaparkan fitur berbasis kecerdasan buatan seperti Magic Eraser dan Magic Edit, serta prinsip desain grafis, termasuk komposisi warna dan kontras. “Visualisasi data membantu menemukan pola dan membuat informasi kompleks lebih mudah dipahami,” ujarnya mengutip Alberto Cairo.

Peserta diajak mempraktikkan materi melalui Whiteboard dan membagikan pengalaman ke Instagram Story dengan tag @bawasluri dan @syammasfitria. Rencananya, Humas Upgrade Series berlanjut dengan materi lain untuk memperkuat kehumasan Bawaslu di seluruh daerah, termasuk wilayah kepulauan yang selama ini tertinggal dalam arus informasi publik.

ss

 

ss

Editor/Foto: Mayasari